1. LATAR BELAKANG 📑
Di era transformasi digital yang bergerak sangat cepat, literasi teknologi bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan dasar bagi setiap individu. Perkembangan teknologi seperti Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara manusia berinteraksi, bekerja, dan memecahkan masalah. Namun, kemajuan teknis tanpa kendali moral dan etika berisiko menciptakan generasi yang cerdas secara digital namun kehilangan arah secara adab.
Program ICCT (Informatics Creative Control and Thinking skill) hadir sebagai respons strategis untuk membekali murid dengan kecakapan teknologi tingkat tinggi yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan etika universal. Melalui integrasi kurikulum yang komprehensif, murid tidak hanya diarahkan untuk menjadi pengguna teknologi yang mahir, tetapi juga menjadi pencipta (maker) yang mampu mengendalikan teknologi demi kemaslahatan umat.
Powered By EmbedPress
2. LANDASAN 🧑🏫
Kurikulum ICCT dibangun di atas fondasi yang kokoh dan akuntabel, terdiri atas tiga landasan utama yang saling menguatkan.
- Secara yuridis, kurikulum ini mengacu pada regulasi terkini, yaitu Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan yang menekankan penguatan karakter, penalaran kritis, dan kreativitas, serta didukung oleh
- Permendikbud No. 37 Tahun 2018 yang mewajibkan Computational Thinking dalam mata pelajaran Informatika, dan
- Keputusan Kepala BSKAP No. 033/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka yang mengamanatkan penguasaan sistem komputasi dan pemrograman sebagai kompetensi masa depan.
Dari sudut pandang global, kurikulum ICCT mengadopsi
- ISTE (International Society for Technology in Education) Standards yang menekankan peran siswa sebagai Digital Citizen dan Innovative Designer, merujuk pada K-12 Computer Science Framework dengan lima inti keilmuan komputer, serta selaras dengan visi Society 5.0 yang mengintegrasikan teknologi (AI, IoT) sebagai solusi bagi kemanusiaan.
Adapun landasan filosofis dan religius yang menjadi ciri khas Al Azhar bersumber pada Visi Pendidikan YPI Al Azhar untuk mencetak cendekiawan muslim yang menguasai IPTEK dan berpegang teguh pada IMTAQ, serta konsep Adab Sebelum Ilmu yang menempatkan etika Islami—seperti amanah, tabayyun, dan ihsan—sebagai fondasi dalam setiap inovasi teknologi, sehingga hasil karya siswa tidak hanya cerdas secara digital tetapi juga membawa maslahat bagi umat.
3. TUJUAN 🎯
Visi: Mewujudkan generasi "Digital Citizen" yang inovatif, kritis, dan beradab dalam memimpin perubahan teknologi di masa depan.
Misi:
- Membangun fondasi berpikir kritis melalui Computational Thinking sejak dini.
- Menumbuhkan kreativitas dalam menciptakan solusi teknologi nyata berbasis Embedded Systems dan IoT.
- Menanamkan adab dan etika digital sebagai kontrol utama dalam pemanfaatan teknologi informasi.